Gabung Grup WA Padepokan Saudagar Sejati & Dapatkan Videobook GRATIS

 

Pusat Metafisika Asia

Perum Griya Tahunan Indah,

Jl. Amarta 1No. 247 B,

Tahunan, Jepara,

Jawa Tengah, Indonesia - 59427

 

Mbak Sinta

Pemesanan & Pengiriman

WA/SMS/Telp: 081225588835

csmasterkhilman@gmail.com

 

Master Khilman

Pakar Metafisika

WA/SMS/Telp: 081225777400

masterkhilman@gmail.com

 

Hari & Jam Kerja

Senin-Sabtu, 08:00-16:00 WIB

Minggu & tanggal merah kami libur

Diluar jam kerja, bisa Email/SMS

 

 

Percaya Batu Bertuah Apakah Musyrik?

Jawabannya ada IYA. Ya, sesimpel itu. Kenapa bisa begitu? Ya, karena Anda percaya benda selain Tuhan. Lalu, kenapa Master Khilman malah menjual batu bertuah?

 

Nah, kalau sudah sampai di sini, Anda perlu mengubah pemahaman Anda. Begini, Saya menciptakan benda bertuah, termasuk juga batu bertuah bukan berarti Saya membuat diri Anda musyrik. Bukan.

 

Anda harus paham tentang syirik. Syirik itu soal hati atau batin. Ketika Anda benar-benar percaya penuh kepada benda atau batu bertuah yang Anda anggap sakti dan keramat itu, dan meniadakan Tuhan di dalam hati Anda, entah karena Anda sudah merasa lelah dengan hidup Anda, atau Anda merasa diperlukan Tuhan tak adil sehingga Anda menganggapnya Tuhan tak ada, lantas Anda percaya penuh pada benda bertuah ini, nah itu baru syirik.

 

Apakah ada Master orang yang benar-benar syirik? Ya, jelas ada. Bahkan sampai sekarang jumlahnya begitu banyak.

 

Ketika mereka merasa putus asa, merasa hidupnya menderita, sampai-sampai Tuhan disalahkan, maka mereka tak peduli lagi dengan Tuhan.

 

Alhasil, ya ketika mendapatkan suatu benda unik, dianggap aneh, dan diyakini itu mengandung tuah sehingga bisa mengubah hidupnya menjadi lebih baik.

 

Berbeda jika batu bertuah hanya dianggap sebagai sarana dan semua keberhasilan itu atas kehendak Allah atau Tuhan, itu bukan musyrik. Sebab, kekuatan sejati hanya milik Allah.

 

Ketika batu bertuah mendatangkan manfaat, itu hanya karena atas izin dan kuasa Allah, bukan karena batunya. Tanpa izin Allah, maka batu bertuah tak bisa mendatangkan manfaat.

 

Jadi, intinya bukan kepada batu bertuahnya, tetap kepada Allah yang telah menjadikan batu bertuah sebagai wasilah atau perantara.

 

Sama halnya ketika Anda ingin menuju suatu tempat tertentu. Anda pakai kendaraan sebagai perantara untuk sampai ke tempat tujuan. Kendaraan Anda itulah wasilah.

 

Begitu juga dengan batu bertuah. Dia hanyalah sebagai perantara saja dan hajat Anda adalah tujuannya. Untuk bisa sampai pada hajat Anda, maka Anda bisa pakai perantara berupa batu bertuah.

 

Nah, di sini sudah jelas ya? Jangan percaya kepada batu bertuahnya, tapi percaya tetap kepada Allah, kepada Tuhan. Sedangkan batu bertuah sebagai medianya.

 

Musyrik itu urusan hati. Bahkan, ketika Anda sakit, lalu berobat dan sembuh, dan Anda meyakini bahwa obat itu yang menyembuhkan, itu juga termasuk syirik.

 

Jadi, bijaklah dalam menyikapi soal kesyirikan atau kemusyrikan. Semoga Anda paham dengan penjelasan ini.